
TUGAS REMIDI SEJARAH
(Dengan Tema : “Kondisi Masyarakat Indonesia Dalam Perjalanan Sejarah”)
Disusun oleh :
SUSI SUSANTI
XI – IPA / 16
SEKOLAH MENENGAH ATAS NAHDATUL ULAMA
2010 - 2011
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
“Kondisi Masyarakat Indonesia Dalam Perjalanan Sejarah” ini berisi tentang kondisi masyarakat Indonesia dimulai dari zaman penjajahan sampai sekarang dalam berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain-lain.
Pada zaman penjajahan, kondisi masyarakat Indonesia sangatlah terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan dan juga keterbelakangan yang berkepanjangan. Dengan keadaan ini masyarakat Indonesia dirugikan dalam hal lain juga yaitu mental dan fisik. Dengan mental dan fisik yang telah punah/mengendur, maka semakin sulit untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Sehingga penjajahan di Indonesia berlangsung sangat lama dan tidak sedikit pula yang menjadi korban kekejaman penjajah.
Oleh karena itu setelah kemerdekaan, pemerintahan berusaha memperbaiki tatanan kehidupan bangsa Indonesia. Dimulai dari Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi sampai sekarang. Maka dari itu kami membahas tentang kondisi masyarakat Indonesia dalam perjalanan sejarah.
BAB II
MATERI
A. KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN
Pada saat Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun yaitu sejak 1596–1942, kondisi masyarakat Indonesia saat itu sangatlah terpuruk dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Para penjajah memonopoli dagang dengan harga yang sangat rendah atas hasil rempah-rempah rakyat yang kemudian dijual kembali dengan harga berpuluh-puluh kali lipat. Rakyat banyak yang dijual, bahkan dijadikan kuli di perkebunan Belanda/budak belian.
Rempah-rempah Indonesia menjadi daya tarik bagi para penjajah untuk datang ke Indonesia. Dan untuk memperoleh rempah-rempah sebanyak mungkin, mereka melaksanakan sistem monopoli dalam perdagangan. Namun sistem monopoli perdagangan belum dapat memuaskan nafsunya, maka mereka berusaha menguasai Indonesia. Sebab, dengan kekuasaan yang diperoleh, mereka dapat berbuat sekehendak hatinya dan mendapatkan hasil yang maksimal. Sementara itu, pendidikan masyarakat Indonesia pun berjalan dengan sangat memprihatinkan. Penjajah tidak dapat menampung seluruh masyarakat Indonesia. Lembaga-lembaga pendidikan terbatas hanya pada kalangan atas seperti keluarga raja, para bupati, para pejabat tinggi kerajaan atau orang-orang kaya. Pelaksanaan pendidikan dilakukan hanya untuk memberikan pengetahuan agar rakyat dapat membaca dan menulis. Dan bagi mereka yang telah mengenyam pendidikan, hanya diperkerjakan pada perusahaan-perusahaan swasta asing.
B. KONDISI MASYARAKAT INDONESIA SETELAH KEMERDEKAAN
B. KONDISI MASYARAKAT INDONESIA SETELAH KEMERDEKAAN
1. Periode Orde Lama (1945 – 1966)
Pada Orde Lama lebih banyak konflik politiknya dari pada agenda ekonominya yaitu konflik kepentingan antara kaum borjuis, militer, PKI, parpol dan kelompok-kelompok nasional lainnya. Kondisi ekonomi masyarakat Indinesia saat itu sangat parah dengan ditandai tingginya inflasi, yaitu mencapai 732 % antara 1964–1966.
Pada masa Orde Lama, mayoritas masyarakat Indonesia pribumi masih tetap bekerja sebagai petani, hanya sedikit kaum elit politik (kaum elit terpelajar dan militer) yang menguasai negara.
Elit politik itu berperan sebagai birokrat negara tanpa basis ekonomi, tak ada pengusaha pribumi yang berarti dan tak ada borjuasi yang berperan dalam ekonomi, bahkan yang menguasai perdagangan Indonesia. Hal tersebut membuat kondisi masyarakat Indonesia dalam hal ekonomi menjadi semakin terpuruk.
Dalam hal pendidikan, kondisi masyarakat Indonesia saat itu masih ditata. Hal tersebut dimulai dengan dibentuknya lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi- organisasi seperti Budi Utomo, Serikat Islam, IP, dan lain- lain.
Dalam hal pendidikan, kondisi masyarakat Indonesia saat itu masih ditata. Hal tersebut dimulai dengan dibentuknya lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi- organisasi seperti Budi Utomo, Serikat Islam, IP, dan lain- lain.
2. Periode Orde Baru (1966 – 1998)
Pada masa Orde Baru, pemerintah mampu membangun dan mengendalikan inflasi serta membuat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Akan tetapi pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak membuat kondisi masyarakat Indonesia bebas dari kemiskinan, hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang hanya dinikmati segelintir orang saja yaitu orang-orang yang memiliki kekuasaan.
Kemudian munculah dampak-dampak negatif pada kondisi perekonomian masyarakat Indonesia yaitu ketergantungan terhadap minyak dan gas bumi (migas) dan juga ketergantungan terhadap bantuan luar negeri. Akan tetapi pada masa Orde Baru masih banyak hal positif dari kepemimpinan Soeharto yaitu BBM dan sembako yang murah, keamanan terjamin dan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia saat itu stabil. Sistem pembangunannya pun terencana yaitu yang dikenal dengan Repelita. Repelita ini dilakukan dalam Orde Baru selama lima kali.
Repelita I (1 April 1969 - 31 Maret 1974) memfokuskan pada sektor pertanian dan menjadikan industri sebagai penunjang sektor pertanian. Repelita II (1 April 1974 - 31 Maret 1979) tetap fokus pada sektor pertanian dan pembuatan mesin setengah jadi. Repelita III (1 April 1979 - 31 Maret 1984) bidang pertanian menuju swasembada pangan dan industrialisasi membuat mesin jadi.
Repelita IV (1 April 1984 - 31 Maret 1989) bidang pertanian tetap menuju ke swasembada pangan dan membuat mesin- mesin ringan dan berat. Repelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994) pertanian memantapkan swasembada pangan dan mencetak mesin-mesin yang berat dan ringan serta mencetak tenaga kerja.
Dalam hal pendidikan juga relatif murah. Pada waktu itu, biaya pendidikan masih terjangkau oleh kebanyakan rakyat.
Dalam hal pendidikan juga relatif murah. Pada waktu itu, biaya pendidikan masih terjangkau oleh kebanyakan rakyat.
Pada Orde Baru juga banyak membuka lapangan kerja terutama di perkotaan dan tingkat kemiskinan relatif rendah jika dibandingkan dengan sekarang.
3. Periode Reformasi (1998 – Sekarang)
Tahun 1998 adalah tahun terberat bagi pembangunan ekonomi di Indonesia sebagai akibat krisis moneter di Asia yang dampaknya sangat terasa di Indonesia. Masalah pokoknya adalah kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Saat itu kebutuhan pokok harganya sangat melejit. Sehingga pada periode Reformasi, pemerintah berusaha keras untuk menstabilkan kondisi ekonomi yang terpuruk.
Salah satu yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah ekonomi tersebut adalah dengan melakukan perluasan lapangan kerja, penyediaan kebutuhan pokok untuk memenuhi permintaan pada harga yang terjangkau, penyediaan fasilitas umum seperti air minum, listrik, bahan bakar minyak, klinik kesehatan, obat-obatan, buku untuk pendidikan umum dengan harga yang tejangkau.
Orang bebas mengemukakan pendapat di muka umum, hal ini dapat berupa suatu tuntutan dan koreksi tentang suatu hal. Demokrasi di era Reformasi berjalan dengan baik. Rakyat mendapatkan haknya untuk memilih dan dipilih dengan bebas tanpa tekanan dari siapapun serta dijamin keamanannya.
Namun, masa Reformasi belum juga menjadikan kondisi masyarakat Indonesia lebih baik. Pembangunan berkelanjutan belum menjadi kenyataan. Kondisi ekonomi belum menunjukkan hasil yang memuaskan, pengangguran dimana- mana, tidak sedikit diantaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Ditambah dengan mahalnya biaya pendidikan, terutama perguruan tinggi yang dirasakan melonjak selangit.
Namun, masa Reformasi belum juga menjadikan kondisi masyarakat Indonesia lebih baik. Pembangunan berkelanjutan belum menjadi kenyataan. Kondisi ekonomi belum menunjukkan hasil yang memuaskan, pengangguran dimana- mana, tidak sedikit diantaranya adalah lulusan perguruan tinggi. Ditambah dengan mahalnya biaya pendidikan, terutama perguruan tinggi yang dirasakan melonjak selangit.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Penjajahan di Indonesia manjadikan rakyat terpuruk, salah satunya dibidang ekonomi dan pendidikan. Periode Orde Lama (1945 – 1966) yang dipimpin oleh Presiden Soekarno lebih menitik beratkan pada nasionalisme sentralisasi, komando dan kepentingan kolektif.
Periode Orde Baru (1966 – 1998) kondisi ekonomi dan pendidikan masyarakat Indonesia berjalan lebih baik. Pada pemerintahan Soeharto (Orde Baru), Repelita dilaksanakan lima kali selalu fokus pada sektor pertanian.
Periode Reformasi (1998 – Sekarang) belum menjadikan kondisi ekonomi dan pendidikan masyarakat Indonesia lebih baik namun demokrasi dan HAM berjalan dengan sangat baik.
B. SARAN
Dengan kemerdekaan yang telah diraih oleh para pahlawan, kita harus mampu mengisi arti dari kemerdekaan itu sendiri. Dengan cara bersedia menjadi penerus bangsa yang baik dan benar, juga dengan memperbaiki pendidikan, ekonomi, politik, dan lain sebagainya di Indonesia supaya negara kita menjadi negara yang maju dan dapat dipandang segi baiknya oleh negara lain di dunia.
Perubahan harus kita mulai dari sekarang. Jangan sampai negara ini menjadi negara yang terpuruk seperti pada zaman penjajahan. Kita harus siap merubah keadaan negara kita ini, kitalah penerus bangsa ini, kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjadi penerus bangsa yang gandrung akan keadilan.
Tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang tidak bisa dipandang rendah derajadnya, Indonesia adalah tanah air yang mampu disandingkan dengan negara- negara maju di dunia.
LAMPIRAN FOTO
KONDISI MASYARAKAT INDONESIA DALAM PERJALANAN SEJARAH

Kabinet Kemerdekaan
Masyarakat Indonesia pada masa pergerakan kemerdekaan
Pada masa-masa setelah kemerdekaan, terjadi krisis pangan di indonesia
Suasana Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan hingga Demokrasi
SOAL – SOAL
- Apa yang menyebabkan msayarakat Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda dari tahun 1596 – 1942 ?
- Mengapa Negara luar termasuh Belanda memilih Indonesia sebagai Negara jajahan ?
- Selain Negara luar mengampil kekayaan alam di Indonesia. Mengapa Negara luar ingin menguasai Indonesia sepenuhnya ?
- Apa yang menyebabkan membuat kondisi masyarakat Indonesia dalam hal ekonomi menjadi semakin terpuruk (pada masa Orde Lama) ?
- Mengapa pada masa Orde baru pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diimbangi dengan kondisi masyarakat Indonesia bebas dari kemiskinan ?
- Jelaskan proses Repelita I – Repelita V pada masa Orde Baru ?
- Apa yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah ekonomi (pada masa Reformasi - Sekarang) ?






